MERDEKA YANG DIDAMBAKAN
MERDEKA
FIFIT HUMAIRAH
Sekarang banyak kita dengar kata kata merdeka dalam
ruang lingkup pendidikan, mulai dari kurikulum merdeka, merdeka mengajar, merdeka
belajar dan merdeka merdeka yang lain. Banyak guru yang mempunyai pikiran,
bahwa merdeka dalam ruang lingkup Pendidikan adalah kemerdekaan mereka dalam
memberikan pembelajaran, dan memerdekaan murid dalam melakukan segala sesuatu.
Pemikiran dan perilaku yang salah dalam
menyikapi kemerdekaan yaitu diantaranya mereka mempunyai pemikiran bahwa mereka
bisa mengajar sesuka hati mereka, mereka bisa mengajar dengan memberikan tugas
kemudian mereka bisa nongkrong sambil ngeteh dan makan gorengan di warung depan
sekolah atau mereka memberi tugas kepada siswa lalu mereka dengan santainya menjadi
ahli hisab, dengan dalih ini kan kurikulum merdeka, merdekalah kita katanya, mending kalau menghisab dosa dosanya sehingga
sadar tidak melakukannya lagi, tapi mereka lebih senang menjadi ahli hisab dari
sebatang puntung yang dapat memberikan keteladanan tidak baik pada anak anak
didiknya.
Merdeka, kata itu seakan akan membuat anak didik kita
bisa lebih bebas, lebih liar sesuai kemauannya, lebih kurang ajar karena diberi
kesempatan untuk memilih apa yang diingingkan, lebih berani kepada gurunya
sehingga tidak lagi beradab. Aduhhhhh mindset seperti itu tentang kemerdekaan
harus kita buang jauh jauh, kita sebagai pendidik yang masih mempunyai asumsi,
pemikiran atau mindset seperti itu harus di buang jauh jauh dan harus berbalik
360 derajat. Kenapa ???. Karena sebenarnya Merdeka menurut filosofi pimikiran
KHD yaitu kondisi seseorang yang bukan hanya terbebas dari perintah orang lain
tetapi mereka dengan kesadaran diri bisa memerintah dirinya untuk bisa
melakukan kebaikan kebaikan yang diajarkan Agama, kebaikan yang berlaku di
lingkungan masyarakatnya dan lebih lebih Kebajikan Kebajikan Universal yang
diyakini oleh seluruh dunia tanpa terkecuali.
Dapat kita contohkan anak didik kita yang Merdeka
diantaranya yaitu, mereka sudah tidak diperintah lagi oleh orang tuanya untuk
berangkat kesekolah, karena mereka telah bangun pagi hari, lalu menyiapkan
segala keperluannya untuk sekolah, sarapan dan berangkat kesekolah tanpa rasa
malas. Mereka tidak diperintah lagi oleh gurunya untuk tidak terlambat datang
ke sekolah karena mereka sudah datang sebelum bel masuk sekolah bahkan akan
datang lebih pagi ketika mereka mempunyai tanggung jawab sebagai petugas piket kebersihan
di kelas. Mereka juga tidak diperintah oleh gurunya untuk rajin belajar karena
mereka sudah dapat mengumpulkan tugas tepat pada waktunya, mempunyai pemahaman
yang baik tentang pelajaran, aktif dalam pembelajaran, bertanya Ketika ada pelajaran
yang kurang dimengerti, mengerjakan asesmen dengan baik. Mereka tidak
diperintah lagi oleh gurunya untuk tidak menyakiti atau berbuat jahat pada
temannnya yang sekarang lebih dikenal dengan bulliying atau perundungan, karena
mereka telah bersikap penuh kasih sayang kepada temannya, menghargai temannya,
berempati kepada temannya yang lagi dalam kesusahan dan lain lain.
Apabila kita telah membaca contoh gambaran anak anak
yang merdeka diatas, mereka sudah dapat terbebas dari perintah karena mereka
telah melakukan segala sesuatunya dengan baik sebelum diperintah oleh orang tua, guru atau orang lain untuk menyesuaikan dengan peraturan dan
kebajikan kebajikan yang ada. Jadi kita sebagai guru harus bisa memaknai
kemerdekaan sebagaimana yang di jabarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Yaitu
menuntun anak didik menjadi pribadi pribadi yang merdeka dengan kata lain
menuntun mereka agar terbebas dari perintah serta dapat memerintahkan dirinya
sendiri untuk berbuat baik guna mencapai kehidupan yang selamat dan Bahagia
sebagai dirinya sendiri dan sebagai anggota Masyarakat.
Memberikan motivasi dan penyadaran yang timbul dari
dalam diri anak didik itu sendiri yang akan menjadikan mereka menjadi pribadi
pribadi yang merdeka dalam pengertian yang sebenarnya. Guru itu menuntun bagaimana anak didik bisa merdeka
dalam kehidupannya diantaranya merdeka mengemukakan pendapat, merdeka
dalam memilih pembelajaran yang sesuai minat dan bakatnya, merdeka menentukan pelajaran
yang ingin diperdalam sesuai dengan cita citanya kedepan, merdeka dalam memilih
lingkungan yang dapat mengembangkan kompetensinya, merdeka dalam menentukan
penilaian yang ingin dicapai sesuai kemampuannya, merdeka dalam menentukan
sikap dan prilakunya sesuai dengan keinginannya. Kemerdekaan yang diberikan
kepada peserta didik oleh guru haruslah dituntun, dalam hal ini menuntun
berarti kita tidak membiarkan mereka salah arah dan salah jalan, dalam
kemerdekaan yang diberikan kepada anak didik, seorang guru tidak akan
membiarkan anak didik itu memilih pilihan yang salah, tidak dan tidak. Artinya
kita memberikan Kemerdekaan diiringi dengan perilaku menuntun yang tidak pernah
lepas, sehingga mereka selamat dari hal hal yang menyimpang dari kebajikan kebajikan
yang ada.
Menuntun itu bukan menuntut, dengan menuntun berarti
seorang guru dapat memfasilitasi anak didik mengembangkan kemampuannya dan
potensinya yang sudah ada sejak lahir, yang menjadi kesukannya, yang sesuai
dengan jamannya untuk terus dikembangkan dan diarahkan kepada jalan yang benar
sehingga bisa bermanfaat pada dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan negaranya
pada kehidupannya dimasa yang akan datang . Perilaku guru yang menuntun
diharapkan dapat mengantarkan anak didik mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikisnya
(Student wellbeing) tanpa harus keluar dari norma norma dan Kebajikan Kebajikan
yang diyakininya. Semangat Bapak Ibu guru hebat, marilah kita bersama sama menjadi
guru yang dapat menuntun dan menghamba pada
anak didik kita, sehingga tidak ada lagi prilaku kita untuk meninggalkan dan mengabaikan mereka dalam situasi dan kondisi yang masih berada dalam lingkup lingkungan sekolah, tidak ada lagi prilaku kita untuk nongkrong dan membiarkan mereka tanpa tuntunan dan pengawasan yang menyadarkan akan prilaku dirinya, karena masa depan negara dan bagaimana generasi yang akan
datang tidak terlepas pada peran serta pendidikan yang diberikan kita di masa
sekarang.

Posting Komentar untuk "MERDEKA YANG DIDAMBAKAN"